Akun Resmi PT. Tenang Jaya Sejahtera
Google Plus Facebook Twitter LinkedIn Youtube Skype

:: Selamat Datang di Situs Resmi PT. Tenang Jaya Sejahtera [TJS] ::

PT. tenang Jaya Sejahtera [TJS], Melayani Jasa Pengelolaan (Pengangkutan, Pengolahan, Pemusnahan dan Pemanfaatan) Limbah B3 [Bahan Berbahaya dan Beracun] serta Pemusnahan Produk Kadaluarsa (offspec) dan Gagal Produk (Reject). Untuk info lebih lanjut silakan hubungi marketing kami di 0267 - 8631515

:: Layanan Jasa PT. Tenang Jaya Sejahtera [TJS] ::

PT. tenang Jaya Sejahtera [TJS], Melayani Jasa Pengelolaan (Pengangkutan, Pengolahan, Pemusnahan dan Pemanfaatan) Limbah B3 [Bahan Berbahaya dan Beracun] serta Pemusnahan Produk Kadaluarsa (offspec) dan Gagal Produk (Reject). Untuk info lebih lanjut silakan hubungi marketing kami di 0267 - 8631515

:: PT. TENANG JAYA SEJAHTERA (TJS) ::
Alamat Kantor
Telepon Kantor
Fax Kantor
Email Kantor
Komunitas
:: ALAMAT PABRIK :: :: TELEPON KANTOR :: :: FAX KANTOR :: :: EMAIL KANTOR :: :: KOMUNITAS ::
JL. Raya Tarum Barat (TB) KM. 6-7
Kutamekar Ciampel Karawang
+62 267 8631515 +62 267 8630478 info@tenangjaya.co.id Google Groups
Facebook Groups
:: SEKILAS PT. TENANG JAYA SEJAHTERA (TJS) ::

PT. Tenang Jaya Sejahtera didirikan pada tahun 2008 oleh putra putri terbaik bangsa Indonesia. Perusahaan ini berokasi di Kabupaten Karawang - Jawa Barat dan bergerak dalam bidang industri Jasa Pengangkutan dan Pengumpulan serta Pengelolaan (Pengolahan dan Pemanfaatan) Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (Limbah B3) yang telah mempunyai ijin dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) maupun Ijin dari Instansi lainnya.

Didalam melakukan kegiatan usahanya PT. Tenang Jaya Sejahtera mengikuti kaidah EHSC (Environmental, Health, Safety and Compliance). Sehingga seluruh kegiatannya, dimulai dari Pembersihan, Pengangkutan, Pengumpulan serta Pengelolaan dilakukan sesuai dengan kaidah tersebut. Selain itu perusahaan ini bergerak dalam hal pembuatan Batako, Paving Block dan Kertas Low Grade sebagai komoditi dari hasil pengolahan material limbah B3 tersebut yang telah melalui proses pengolahan (treatment). Adapun proses pengolahan limbah B3 yang dimiliki oleh PT. Tenang Jaya Sejahtera antara lain : WWTP dengan sistem Elektrocoogulation, Distilasi pada pengolahan Solvent bekas, Incenerator B3 untuk limbah Infecsius (Medis) dan Tungku Pembakaran untuk Pemusnahan produk expired/kadaluarsa maupun gagal produk (offspec).
:: LAYANAN JASA PT. TENANG JAYA SEJAHTERA (TJS) ::
Pengangkutan Limbah B3 Pengolahan Limbah B3 Pemanfaatan Limbah B3 Pemusnahan Limbah B3 Pemusnahan Produk
:: PENGANGKUTAN LIMBAH B3 :: :: PENGOLAHAN LIMBAH B3 :: :: PEMANFAATAN LIMBAH B3 :: :: PEMUSNAHAN LIMBAH B3 :: :: PEMUSNAHAN PRODUK ::
Armada yang digunakan dalam jasa pengangkutan limbah B3 : Truck, Wing Box, Tangki, Tronton Fasilitas pengolahan limbah B3 TJS : Mesin WWTP Electrokoagulasi dan Mesin Incenerator Pemanfaatan limbah B3 TJS : Pembuatan Batako, Pembuatan Kertas Low Grade, Distilasi Solvent Untuk Limbah Medis (Infeksius), digunakan fasilitas Mesin Incenerator dalam pemusnahannya PT. TJS melayani jasa pemusnahan produk offspec/kadaluarsa maupun produk reject

:: INFORMASI PT. TENANG JAYA SEJAHTERA (TJS) ::
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jumat, 11 Desember 2015

[:: Berita dan Liputan PT. Tenang Jaya Sejahtera ::] Dua Perusahaan Jasa PENGELOLA Limbah B3

Perusahaan Yang menghasilkan Limbah Bahan berbahaya Dan Beracun (B3) namun TIDAK Bisa menangani Menjadi Sumber Daya baru, Bisa menyerahkannya Kepada doa Perusahaan Pengelola Limbah inisial.Mereka Adalah PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) dan PT Wiraswasta Gemilang Indonesia (WGI). 

PT PRIA Mengelola Limbah fase cair Dan Padat, seperti abu batu bara mereka mengolahnya Menjadi batako. Sedangkan sludge kertas diubah Menjadi kertas kelas rendah, Dan Ternyata Produk Suami Banyak mendapat Perhatian Dari 'masyarakat.* Menurut Direktur Bisnis & Pengembangan PT PRIA Christine Dwi Arini, TIDAK SETIAP Barang ATAU Kebutuhan Kantor ITU Harus dipasok DENGAN KUALITAS Bagus. Justru barang- Barang Suami Bisa tercipta dari Limbah B3. 

"Setidaknya SECARA TIDAK Langsung kitd berperan hearts Program Keselamatan hutan," ujar Christine PADA Saat Menjadi narasumber Bersama Direktur Verifikasi Pengelolaan Limbah B3 Dan Non B3 KLHK Serta Direktur Utama PT. WGI hearts Talkshow Lebar Ditembak Metro TV, Selasa (2015/08/12). 

SEMENTARA ITU, PT WGI Mengelola pelumas bekas Menjadi minyak terbaik.Direktur Utama PT WGI Johanes Haryanto mengatakan, pelumas bekas termasuk hearts Limbah B3 KARENA di dalamnya Terdapat LOGAM-LOGAM, alkalin, timbal, asenikum Dan beberapa zat Lagi Yang sifatnya racun. WGI mengolah pelumas bekas Menjadi terbaik merupakan minyak Bahan dasar dasar Yang sifatnya generik untuk review Bahan baku pelumas. 

"Di pelumas Sendiri terbaik oilnya ADA 85 persen, sisanya aditif Yang akan menentukan KUALITAS maupun spesifikasi Teknis pelumas," terang Johanes. 

Untuk mendapat pelumas bekas, PT WGI Harus Membayar ATAU kas memberikan Uang Muka Kepada 4 ribu pengumpul di Indonesia. Pihaknya JUGA Sudah menciptakan Sistem ICT Dimana Sumber Penghasil Limbah Bisa Langsung memonitor Perjalanan limbahnya Sampai ke PT WGI. 

"Mereka DAPAT mengakses basis data kita, KARENA Penghasil Limbah Sesuai UU Pasal 88 ITU bertanggung jawab Mutlak, Tanpa pembuktian LEBIH lanjut, limbahnya ITU akan dikemanakan Dan Sampai kemana. 

video

Kedua Perusahaan mengolah Limbah B3 tentunya DENGAN Sistem Yang selama ini Label disosialisasikan Diposkan KLHK, yakni DENGAN me-recycle, reuse mengurangi Dan.
 Meskipun Telah mengalami beberapa kendala, namun keduanya Bisa mengatasinya. Seperti halnya PT PRIA, Hosono dan Ryuichi Sakamoto mereka mengalami kendala PADA Tahapan Awal mendirikan Perusahaan Pengolah Limbah B3. 

"TAPI DENGAN adanya sosialisasi Dan Pembinaan Dari Instansi Berlangganan Dan KLHK, Itu Baik untuk review Kami para Pemanfaat, Pengolah Limbah B3 Dan transporter. Sehingga Kesadaran Dari industri Penghasil Limbah Cukup Tinggi Dan kendala TIDAK kitd Rasakan Lagi di Lapangan," pungkas Christie.

--
Posting oleh Blogger ke :: Berita dan Liputan PT. Tenang Jaya Sejahtera :: pada 12/10/2015 05:41:00 PM

Kamis, 03 Desember 2015

[:: Jurnal PT. Tenang Jaya Sejahtera ::] Persyaratan Perusahaan Dalam Proses Pengolahan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Pada dasarnya suatu Perusahaan yang dalam hal ini juga merupakan penanggung jawab pengangkutan, penyimpanan dan pengedaran Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) wajib menyertakan Lembar Data Keselamatan Bahan  (Material Safety Data Sheet) , yang paling tidak berisi:
  • Merek Dagangl
  • Rumus Kimia B3
  • Jenis B3
  • Klasifikasi B3
  • Teknik Penyimpanan
  • Tata Cara Penanganan Bila Terjadi Kecelakaan
Untuk persyaratan dan izin dalam pengangkutan B3: Pengangkutan B3 wajib menggunakan sarana pengangkutan yang layak operasi serta     pelaksanaannya sesuai dengan tata cara pengangkutan yang diatur dalam peraturan perundang- undangan yang berlaku. Dalam hal ini mengacu kepada KepDirjen Perhubungan Darat No. 725/2004 yang membagi ruang lingkup pengaturan pengangkutan B3 meliputi:
  1. Persyaratan kendaraan pengangkut B3;
  2. Persyaratan pengemudi dan pembantu pengemudi angkutan B3;
  3. Persyaratan lintas angkutan B3;
  4. Persyaratan pengoperasian angkutan B3.
Pengangkut bahan berbahaya wajib mengajukan permohonan persetujuan kepada Direktur     Jenderal Perhubungan Darat dengan dilengkapi :
  1. Surat keterangan tentang nama, jenis dan jumlah bahan berbahaya yang akan diangkut (MSDS/Material Safety Dara Sheet) yang dikeluarkan perusahaan yang bersangkutan;
  2. Rekomendasi pengangkutan bahan berbahaya dari instansi yang berwenang (Instansi yang berwenang dalam pengendalian dampak lingkungan dan Dinas Perhubungan Kota/Kabupaten sesuai domisili pengangkut);
  3. Keterangan tentang tempat pemuatan, lintasan yang dilalui, tempat pemberhentian, dan tempat pembongkaran;
  4. Daftar dan foto kendaraan yang akan digunakan untuk mengangkut, yang dilengkapi salinan STNK dan Buku Uji;
  5. Waktu dan jadwal pengangkutan;
  6. Identitas dan tanda kualifikasi awak kendaraan;
  7. Izin usaha angkutan, bagi pengangkutan yang dilakukan dengan kendaraan umum;
  8. Prosedur penanggulangan keadaan darurat yang diterapkan oleh perusahaan yang bersangkutan.
Untuk persyaratan dan izin Penyimpanan B3:
  1. Setiap tempat penyimpanan B3 wajib diberikan simbol dan label dan tempat penyimpanan tersebut wajib memenuhi persyaratan untuk lokasi dan konstruksi bangunan;
  2. Pengelolaan tempat penyimpanan B3 wajib dilengkapi dengan sistem tanggap darurat dan prosedur penanganan B3 .
  3. B3 yang kadaluarsa atau tidak memenuhi spesifikasi, atau bekas kemasan yang tidak dapat digunakan tidak boleh dibuang sembarangan, tetapi harus dikelola sebagai limbah B3;
  4. Kesehatan dan keselamatan pekerja menjadi tanggung jawab Perusahaan. Salah satu langkah yang wajib dilakukan adalah kewajiban uji kesehatan secara berkala bagi pekerja, sekurang-kurangnya 1 kali dalam 1 tahun, dengan maksud untuk mengetahui sedini mungkin terjadinya kontaminasi oleh zat/senyawa kimia B3 terhadap pekerja atau pengawas lokasi tersebut
Dasar Hukum:
  1. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009, tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UU No. 32/2009”);
  2. Peraturan Pemerintah untuk Pelaksanaan dari UU No. 32/2009 masih dalam tahap pembahasan sehingga untuk peraturan pelaksananya masih menggunakan Peraturan Pemerintah No. 74 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya Dan Beracun (“PP No. 74/2001”)
  3. Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No : SK.725/AJ.302/DRJD/2004 Tentang Pengangkutan Bahan Berbahaya Dan Beracun Di Jalan (“KepDirjen Perhubungan Darat No. 725/2004”).


--
Posting oleh Blogger ke :: Jurnal PT. Tenang Jaya Sejahtera :: pada 12/03/2015 12.55.00 PM

Sabtu, 28 November 2015

[:: Berita dan Liputan PT. Tenang Jaya Sejahtera ::] PT. Tenang Jaya Sejahtera Meraih ISO 9001:2008

Pada Bulan September tahun 2015, PT. Tenang Jaya Sejahtera meraih ISO 9001:2008 dari badan sertifikasi ISO SGS. Dengan diraihnya ISO ini diharapkan PT Tenang Jaya Sejahtera kedepannya semakin profesional dalam menjaga kebijakan mutunya pada Regulator, Customer maupun Supplier selama ini.


Sertifikat ISO 9001:2008 ini berlaku selama 3 tahun yakni tahun 2018. Kedepannya PT. Tenang Jaya Sejahtera akan melakukan sertifikasi untuk ISO 14001 dan OHAS 18001 untuk melengkapi sertifikasi yang ada.


--
Posting oleh Blogger ke :: Berita dan Liputan PT. Tenang Jaya Sejahtera :: pada 11/28/2015 02.51.00 AM

[:: Jurnal PT. Tenang Jaya Sejahtera ::] Pemanfaatan Limbah Organik Dan Anorganik

Penanganan dan Cara Memanfaatkan Limbah Organik dan Anorganik. Sebagaimana kita ketahui, masalah sampah dan limbah merupakan masalah yang sangat sulit ditangani. Mengapa demikian ? Banyak hal yang menyebabkannya begitu sulit dipecahkan dan diselesaikan, salah satunya ialah karena masalah sampah adalah masalah yang berhubungan dengan sikap, kebiasaan atau perilaku masing-masing individu. Tentu, masalah yang seperti itu hanya dapat diselesaikan dengan individu yang bersangkutan. Jadi kesadaran akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Jikasaja tiap-tiap individu yang ada di Indonesia memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya atau bahkan memiliki kemampuan untuk memanfaatkannya, saya jamin selain menjadi negara yang maju, Indonesia akan menjadi negara yang bersih dan bebas pencemaran. Oleh karenanya, saya ingin membagikan tips memanfaatkan limbah baik itu limbah organik atau anorganik. Harapannya, dengan dibagikannya artikel ini semoga bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat Indonesia untuk bisa menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Mari disimak.

PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK

Limbah organik dapat dimanfaatkan tanpa proses daur ulang dan ada yang harus melalui proses daur ulang.

LIMBAH ORGANIK YANG DAPAT DIMANFAATKAN TANPA PROSES DAUR ULANG

Beberapa jenis limbah organik dapat dimanfaatkan secara langsung tanpa proses daur ulang, Contoh :
  • Jerami, pohon jagung/daun tebu dan sejenisnya dapat digunakan untuk makanan ternak.
  • Serbuk gergaji kayu dan sekam (berambut) dapat digunakan untuk bahan bakar.
  • Limbah pabrik tahu digunakan untuk makanan ternak.
  • Limbah organik dari restoran dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak.
Pemanfaatan limbah organik secara langsung sangat bermanfaat karena selain dapat mengurangi biaya produksi, juga dapat mengurangi jumlah limbah.

LIMBAH ORGANIK YANG DAPAT DIMANFAATKAN MELALUI PROSES DAUR ULANG

Limbah organik dapat dimanfaatkan melalui proses daur ulang, misalnya dengan dibuat kompos, biogas, bahan aktif dan bahan lain yang lebih bermanfaat.

Komposting
pengomposan selain dapat mengurangi volume sampah sekaligus sebagai usaha mendapatkan bahan-bahan kompos yang digunakan sebagai pupuk. Limbah organik oleh organisme diuraikan menjadi bahan anorganik. Agar pengomposan berjalan dengan baik diperlukan kondisi yang mendukung kerja mikroorganisme, yaitu campuran yang seimbang dari berbagai komponen, suhu, kelembapan udara, dan cukup kandungan oksigen.
Keuntungan sistem pengomposan, antara lain sebagai berikut :
  1. Kompos merupakan jenis pupuk yang ekologis dan tidak merusak lingkungan.
  2. Bahan yang dipakai banyak tersedia (tidak perlu membeli).
  3. Masyarakat dapat membuatnya sendiri (tidak perlu menggunakan peralatan yang mahal).
  4. Unsur hara dalam kompos ini lebih tahan lama jika dibandingkan dengan pupuk buatan.
Biogas
Biogas adalah gas-gas yang dimanfaatkan sebagai bahan bakar, yang dihasilkan dari sampah organik secara anaerobik. Bahan baku biogas bisa berasal dari kotoran hewan, sisa makanan atau campuran keduanya. Kelebihan dari biogas antara lain sebagai berikut :
  1. Mengurangi jumlah limbah.
  2. Menghemat energi.
  3. Sumber energi yang tidak merusak lingkungan.
  4. Nyala api bahan bakar biogas lebih terang atau bersih.
  5. Residu dari biogas dapat dimanfaatkan untuk pupuk.
Berikut merupakan gambar proses pembuatan biogas dari kotoran sapi.

Pembuatan biogas dari kotoran sapi
sumber : www.google.com

Selain cara tersebut, limbah organik juga dapat dimanfaatkan menjadi bahan lain yang lebih bermanfaat, misalnya sebagai berikut :
  • Bulu ayam untuk membuat shuttlecock dan alat pembersih (sulak)
  • Tempurung kelapa dan tulang dapat dimanfaatkan untuk membuat arang aktif.
  • Sabut kelapa untuk membuat matras.
  • Kertas untuk campuran membuat kenteng beton.

PEMANFAATAN LIMBAH ANORGANIK

Limbah anorganik dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang. Limbah anorganik tersebut antara lain berupa kaleng aluminium, besi baja, pecahan botol kaca, botol, gelas, ember plastik, dan masih banyak lagi. Semua bahan tersebut dapat dimanfaatkan lagi, akan tetapi harus diolah terlebih dahulu, yaitu dengan proses sanitary landfill, pembakaran (incineration), ataupun penghancuran (pulverisation).
Selain dengan proses daur ulang, ada pula limbah anorganik yang dapat dimanfaatkan secara langsung tanpa proses daur ulang, dan mungkin bisa memiliki nilai jual yang tinggi. Misalnya botol maupun gelas plastik bekas yang dapat dibuat sebagai mainan anak-anak, sebagai tempat untuk menanam tanaman, juga hiasan yang lainnya. Atau limbah tekstil berupa kain perca yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan karya limbah tekstil yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Disamping itu, pecahan kaca juga dapat dimanfaatkan untuk hiasan dinding atau lukisan. Dan masih banyak lagi barang-barang bermanfaat yang dihasilkan dari limbah, semuanya tergantung kepada kesadaran dan kreatifitas kita sendiri.


--
Posting oleh Blogger ke :: Jurnal PT. Tenang Jaya Sejahtera :: pada 11/28/2015 01.47.00 PM

Jumat, 27 November 2015

[:: Jurnal PT. Tenang Jaya Sejahtera ::] Dampak B3 terhadap Kesehatan

Pada umumnya, bila manusia dan lingkungannya berada dalam keadaan seimbang, maka keduanya berada dalam keadaan sehat. Tetapi karena sesuatu sebab sehingga keseimbangan ini tergangggu atau mungkin tidak dapat tercapai, maka dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi kesehatan.

Bahan Berbahaya dan Beracun atau B3 adalah semua bahan/ senyawa baik padat, cair, ataupun gas yang mempunyai potensi merusak terhadap kesehatan manusia serta lingkungan akibat sifat-sifat yang dimiliki senyawa tersebut.

Limbah B3 diidentifikasi sebagai bahan kimia dengan satu atau lebih karakteristik :
  • mudah meledak,
  • mudah terbakar,
  • bersifat reaktif,
  • beracun,
  • penyebab infeksi,
  • bersifat korosif.

Pembuangan limbah ke lingkungan akan menimbulkan masalah yang merata dan menyebar di lingkungan yang luas. Limbah gas terbawa angin dari satu tempat ke tempat lainnya. Limbah cair atau padat yang dibuang ke sungai, dihanyutkan dari hulu sampai jauh ke hilir, melampaui batas-batas wilayah akhirnya bermuara dilaut atau danau, seolah-olah laut atau danau menjadi tong sampah. Limbah bermasalah antara lain berasal dari kegiatan pemukiman, industri, pertanian, pertambangan dan rekreasi.

Limbah industri baik berupa gas, cair maupun padat umumnya termasuk kategori atau dengan sifat limbah B3. Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang sangat ditakuti adalah limbah dari industri kimia. Limbah dari industri kima pada umumnya mengandung berbagai macam unsur logam berat yang mempunyai sifat akumulatif dan beracun (toxic) sehingga berbahaya bagi kesehatan manusia. Limbah pertanian yang paling utama ialah pestisida dan pupuk.

Limbah B3 dari kegiatan industri yang terbuang ke lingkungan akhirnya akan berdampak pada kesehatan manusia. Dampak itu dapat langsung dari sumber ke manusia, misalnya meminum air yang terkontaminasi atau melalui rantai makanan, seperti memakan ikan yang telah menggandakan (biological magnification) pencemar karena memakan mangsa yang tercemar.

Dampak B3 terhadap Kesehatan, antara lain :

1. Air Raksa /Hargentum/ Hg/ Mercury
Elemen Hg berwarna kelabu-perak, sebagai cairan pada suhu kamar dan mudah menguap bila dipanaskan. Hg2+ (Senyawa Anorganik) dapat mengikat carbon, membentuk senyawa organomercury. Methyl Mercury (MeHg) merupakan bentuk penting yang memberikan pemajanan pada manusia.

Industri yang memberikan efluents Hg adalah :
  • Yang memproses chlorin,
  • Produksi Coustic soda,
  • Tambang dan prosesing biji Hg,
  • Metalurgi dan elektroplating,
  • Pabrik Kimia,
  • Pabrik Tinta,
  • Pabrik Kertas,
  • Penyamakan Kulit,
  • Pabrik Tekstil,
  • Perusahaan Farmasi,
  • Penambangan emas tradisional.

Sebagian senyawa mercury yang dilepas ke lingkungan akan mengalami proses methylation menjadi methylmercury (MeHg) oleh microorganisme dalam air dan tanah. MeHg dengan cepat akan diakumulasikan dalam ikan atau tumbuhan dalam air permukaan. Kadar mercury dalam ikan dapat mencapai 100.000 kali dari kadar air disekitarnya.

Kelompok Resiko Tinggi Terpajan Hg.
Orang-orang yang mempunyai potensial terpajan Hg diantaranya :
  • Pekerja pabrik yang menggunakan Hg.
  • Janin, bayi dan anak-anak : 1. MeHg dapat menembus placenta, 2. Sistem syaraf sensitif terhadap keracunan Hg. 3. MeHg pada ASI, maka bayi yang menyusu dapat terpajan.
  • Masyarakat pengkonsumsi ikan yang berasal dari daerah perairan yang tercemar mercury.

Pemajanan melalui inhalasi, oral,kulit 

Dampak pada Kesehatan:
Mercury termasuk bahan teratogenik. MeHg didistribusikan keseluruh jaringan terutama di darah dan otak. MeHg terutama terkonsentrasi dalam darah dan otak. 90% ditemukan dalam darah merah.

Efek Fisiologis :
Efek toksisitas mercury terutama pada susunan saraf pusat (SSP) dan ginjal, dimana mercury terakumulasi yang dapat menyebabkan kerusakan SSP dan ginjal antara lain tremor, kehilangan daya ingat.

Efek pada pertumbuhan :
MeHg mempunyai efek pada kerusakan janin dan terhadap pertumbuhan bayi. Kadar MeHg dalam darah bayi baru lahir dibandingkan dengan darah ibu mempunyai kaitan signifikan.

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terpajan MeHg bisa menderita kerusakan otak dengan manifestasi :
- Retardasi mental
- Tuli
- Penciutan lapangan pandang
- Buta
- Microchephaly
- Cerebral Palsy
- Gangguan menelan

Efek yang lain :
Efek terhadap sistem pernafasan dan pencernaan makanan dapat terjadi pada keracunan akut.
Inhalasi dari elemental Mercury dapat mengakibatkan kerusakan berat dari jaringan paru. Sedangkan keracunan makanan yang mengandung Mercury dapat menyebabkan kerusakan liver.

2. Chromium
Chromium adalah suatu logam keras berwarna abu-abu dan sulit dioksidasi meski dalam suhu tinggi. Chromium digunakan oleh industri : Metalurgi, Kimia, Refractory (heat resistent application). Dalam industri metalurgi, chromium merupakan komponen penting dari stainless steels dan berbagai campuran logam.

Dalam industri kimia digunakan sebagai :
  • Cat pigmen (dapat berwarna merah, kuning, orange dan hijau).
  • Chrome plating.
  • Penyamakan kulit.
  • Treatment Wool.

Chromium terdapat stabil dalam 3 valensi. Berdasarkan urutan toksisitasnya adalah Cr-O, Cr-III, Cr-VI. Electroplating, penyamakan kulit dan pabrik textil merupakan sumber utama pemajanan chromium ke air permukaan. Limbah padat dari tempat prosesing chromium yang dibuang ke landfill dapat merupakan sumber kontaminan terhadap air tanah.

Kelompok Resiko Tinggi :
  • Pekerja di industri yang memproduksi dan menggunakan Cr.
  • Perumahan yang terletak dekat tempat produksi akan terpajan Cr-VI lebih tinggi
  • Perumahan yang dibangun diatas bekas landfill, akan terpajan melalui pernafasan (inhalasi) atau kulit.

Pemajanan melaui :
- Inhalasi terutama pekerja
- Kulit
- Oral : masyarakat pada umumnya

Dampak Kesehatan
Efek Fisiologi :
  • Cr (III) merupakan unsur penting dalam makanan (trace essential) yang mempunyai fungsi menjaga agar metabolisme glucosa, lemak dan cholesterol berjalan normal.
  • Organ utama yang terserang karena Cr terhisap adalah paru-paru, sedangkan organ lain yang bisa terserang adalah ginjal, lever, kulit dan sistem imunitas.

Efek pada Kulit :
Dermatitis berat dan ulkus kulit karena kontak dengan Cr-IV.

Efek pada Ginjal :
Bila terhirup Cr-VI dapat mengakibatkan necrosis tubulus renalis.

Efek pada Hati :
Pemajanan akut Cr dapat menyebabkan necrosis hepar. Bila terjadi 20 % tubuh tersiram asam Cr akan mengakibatkan kerusakan berat hepar dan terjadi kegagalan ginjal akut.

3. Cadmium (Cd)
Cadmium merupakan bahan alami yang terdapat dalam kerak bumi. Cadmium murni berupa logam berwarna putih perak dan lunak, namun bentuk ini tak lazim ditemukan di lingkungan. Umumnya cadmium terdapat dalam kombinasi dengan elemen lain seperti Oxigen (Cadmium Oxide), Clorine (Cadmium Chloride) atau belerang (Cadmium Sulfide).

Kebanyakan Cadmium (Cd) merupakan produk samping dari pengecoran seng, timah atau tembaga cadmium yang banyak digunakan berbagai industri, terutama plating logam, pigmen, baterai dan plastik.

Pemajanan
Sumber utama pemajanan Cd berasal dari makanan karena makanan menyerap dan mengikat Cd. misalnya : tanaman dan ikan. Tidak jarang Cd dijumpai dalam air karena adanya resapan dari tempat buangan limbah bahan kimia.

Dampak pada kesehatan
Beberapa efek yang ditimbulkan akibat pemajanan Cd adalah adanya kerusakan ginjal, liver, testes, sistem imunitas, sistem susunan saraf dan darah.

4. Cupper (Cu) / Tembaga
Tembaga merupakan logam berwarna kemerah-merahan dipakai sebagai logam murni atau logam campuran (suasa) dalam pabrik kawat, pelapis logam, pipa dan lain-lain.

Pemajanan
Pada manusia melalui pernafasan, oral dan kulit yang berasal dari berbagai bahan yang mengandung tembaga. Tembaga juga terdapat pada tempat pembuangan limbah bahan berbahaya. Senyawa tembaga yang larut dalam air akan lebih mengancam kesehatan. Cu yang masuk ke dalam tubuh, dengan cepat masuk ke peredaran darah dan didistribusi ke seluruh tubuh.

Dampak terhadap Kesehatan
Cu dalam jumlah kecil (1 mg/hr) penting dalam diet agar manusia tetap sehat. Namun suatu intake tunggal atau intake perhari yang sangat tinggi dapat membahayakan. Bila minum air dengan kadar Cu lebih tinggi dari normal akan mengakibatkan muntah, diare, kram perut dan mual. Bila intake sangat tinggi dapat mengakibatkan kerusakan liver dan ginjal, bahkan sampai kematian.

5. Timah Hitam (Pb)

Sumber emisi antara lain dari : Pabrik plastik, percetakan, peleburan timah, pabrik karet, pabrik baterai, kendaraan bermotor, pabrik cat, tambang timah dan sebagainya.

Pemajanan: melalui Oral dan Inhalasi

Dampak pada Kesehatan
Sekali masuk ke dalam tubuh timah didistribusikan terutama ke 3 (tiga) komponen yaitu:
- Darah,
- Jaringan lunak (ginjal, sumsum tulang, liver, otak),
- Jaringan dengan mineral (tulang + gigi).

Tubuh menimbun timah selama seumur hidup dan secara normal mengeluarkan dengan cara yang lambat. Efek yang ditimbulkan adalah gangguan pada saraf perifer dan sentral, sel darah, gangguan metabolisme Vitamin D dan Kalsium sebagai unsur pembentuk tulang, gangguan ginjal secara kronis, dapat menembus placenta sehingga mempengaruhi pertumbuhan janin.

6. Nickel (Ni)
Nikel berupa logam berwarna perak dalam bentuk berbagai mineral. Ni diproduksi dari biji Nickel, peleburan/ daur ulang besi, terutama digunakan dalam berbagai macam baja dan suasa serta elektroplating. Salah satu sumber terbesar Ni terbesar di atmosphere berasal dari hasil pembakaran BBM, pertambangan, penyulingan minyak, incenerator. Sumber Ni di air berasal dari lumpur limbah, limbah cair dari “Sewage Treatment Plant”, air tanah dekat lokasi landfill.

Pemajanan: melalui inhalasi, oral dan kontak kulit.

Dampak terhadap Kesehatan
Ni dan senyawanya merupakan bahan karsinogenik. Inhalasi debu yang mengandung Ni-Sulfide mengakibatkan kematian karena kanker pada paru-paru dan rongga hidung, dan mungkin juga dapat terjadi kanker pita suara.

7. Pestisida
Pestisida mengandung konotasi zat kimia dan atau bahan lain termasuk jasad renik yang mengandung racun dan berpengaruh menimbulkan dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan manusia, kelestarian lingkungan dan keselamatan tenaga kerja. Pestisida banyak digunakan pada sektor pertanian dan perdagangan/ komoditi.

Pemajanan melalui : Oral, Inhalasi, Kulit

Dampak pada Kesehatan
Pestisida golongan Organophosphat dan Carbamat dapat mengakibatkan keracunan Sistemik dan menghambat enzym Cholinesterase (Enzim yang mengontrol transmisi impulse saraf) sehingga mempengaruhi kerja susunan saraf pusat yang berakibat terganggunya fungsi organ penting lainnya dalam tubuh. Keracunan pestisida golongan Organochlorine dapat merusak saluran pencernaan, jaringan, dan organ penting lainnya.

8. Arsene
Arsene berwarna abu-abu, namun bentuk ini jarang ada di lingkungan. Arsen di air di temukan dalam bentuk senyawa dengan satu atau lebih elemen lain. Senyawa Arsen dengan oksigen, clorin atau belerang sebagai Arsen inorganik, sedangkan senyawa dengan Carbon dan Hydrogen sebagai Arsen Organik. Arsen inorganik lebih beracun dari pada arsen organik.

Suatu tempat pembuangan limbah kimia mengandung banyak arsen, meskipun bentuk bahan tak diketahui (Organik/ Inorganik). Industri peleburan tembaga atau metal lain biasanya melepas arsen inorganik ke udara. Arsen dalam kadar rendah biasa ditemukan pada kebanyakan fosil minyak, maka pembakaran zat tersebut menghasilkan kadar arsen inorganik ke udara Penggunaan arsen terbesar adalah untuk pestisida.

Pemajanan Arsen ke dalam tubuh manusia umumnya melalui oral, dari makanan / minuman. Arsen yang tertelan secara cepat akan diserap lambung dan usus halus kemudian masuk ke peredaran darah.

Dampak terhadap Kesehatan:
Arsen inorganik telah dikenal sebagai racun manusia sejak lama, yang dapat mengakibatkan kematian. Dosis rendah akan mengakibatkan kerusakan jaringan. Bila melalui mulut, pada umumnya efek yang timbul adalah iritasi saluran makanan, nyeri, mual, muntah dan diare.

Selain itu mengakibatkan penurunan pembentukan sel darah merah dan putih, gangguan fungsi jantung, kerusakan pembuluh darah, luka di hati dan ginjal.

9. Nitrogen Oxide (NOx)
NOx merupakan bahan polutan penting dilingkungan yang berasal dari hasil pembakaran dari berbagai bahan yang mengandung Nitrogen. Pemajanan manusia pada umumnya melalui inhalasi atau pernafasan.

Dampak terhadap kesehatan berupa keracunan akut sehingga tubuh menjadi lemah, sesak nafas, batuk yang dapat menyebabkan edema pada paru-paru.

10. Sulfur Oxide (SOx)
Sumber SO2 bersal dari pembakaran BBM dan batu bara, penyulingan minyak, industri kimia dan metalurgi.

Dampak pada kesehatan berupa keracunan akut:
  • Pemajanan lewat ingesti efeknya berat, rasa terbakar di mulut, pharynx, abdomen yang disusul dengan muntah, diare, tinja merah gelap (melena). Tekanan darah turun drastis.
  • Pemajanan lewat inhalasi, menyebabkan iritasi saluran pernafasan, batuk, rasa tercekik, kemudian dapat terjadi edema paru, rasa sempit didada, tekanan darah rendah dan nadi cepat.
  • Pemajanan lewat kulit terasa sangat nyeri dan kulit terbakar.

11. Karbonmonoksida (CO)
Karbonmonoksida adalah gas yang tidak berbau dan tidak berwarna, berasal dari hasil proses pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar yang mengandung rantai karbon (C).

Pemajanan pada manusia lewat inhalasi.

Dampak pada kesehatan :
Keracunan akut
Terjadi setelah terpajan karbonmonoksida berkadar tinggi. CO yang masuk kedalam tubuh dengan cepat mengikat haemoglobine dalam darah membentuk karboksihaemoglobine (COHb), sehingga haemoglobine tidak mempunyai kemampuan untuk mengikat oksigen yang sangat diperlukan untuk proses kehidupan dari pada jaringan dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena CO mempunyai daya ikat terhadap haemoglobine 200 sampai 300 kali lebih besar dari pada oksigen, yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi otak atau hypoxia, susunan saraf, dan jantung, karena organ tersebut kekurangan oksigen dan selanjutnya dapat mengakibatkan kematian.
Keracunan kronis
Terjadi karena terpajan berulang-ulang oleh CO yang berkadar rendah atau sedang. Keracunan kronis menimbulkan kelainan pada pembuluh darah, gangguan fungsi ginjal, jantung, dan darah.


--
Posting oleh Blogger ke :: Jurnal PT. Tenang Jaya Sejahtera :: pada 11/27/2015 10.12.00 PM

 

:: E - SYSTEM PT. TENANG JAYA SEJAHTERA (TJS) ::
GPS TRACKING SYSTEM CCTV MONITORING SYSTEM BUSINESS INFORMATION SYSTEM
:: GPS TRACKING SYSTEM :: :: CCTV MONITORING SYSTEM :: :: BUSINESS INFORMATION SYSTEM :: :: SIP/VOIP TELEPHONY SYSTEM ::
PT. Tenang Jaya Sejahtera dilengkapi oleh fasilitas eTracking System pada Armada untuk mempermudah pelacakan armada dalam pengangkutan limbah B3 maupun pemusnahan produk. PT. Tenang Jaya Sejahtera dilengkapi oleh aplikasi sistem informasi bisnis dan keuangan dalam upaya meningkatkan kinerja dan keprofesionalan pada pelanggan terpercaya kami. Untuk monitoring fasiltas dan proses pengelolaan limbah B3 maupun Pemusnahan Produk secara realtime PT. Tenang Jaya Sejahtera menyediakan fasilitas CCTV Monitoring System. Untuk meningkatkan hubungan dengan pihak pelanggan, PT. Tenang Jaya Sejahtera tersedia fasilitas SIP/VOIP Telephony Sytem yang mempermudah pelanggan menghubungi kami secara mudah.